Pemilihan
kepala kampung kabupaten Dogiyai
dari 170 orang calon kepala desa. Mereka datang dari 79 kampung dan 10
kecamatan, di kabupaten Dogiyai. Mereka mengikuti pemilihan kepala desa Sekretaris Daerah Kabupaten (SekDaKab) Dogiyai dengan system pemilihan langsung. Harapannya
Kepala Kampung yang terpilih dapat
memberi contoh dan berprinsip dalam membangun kabupaten Dogiyai sesuai moto kabupaten yang mengatakan bahwa “Dogiyai Bahagia”
'Hari esok menjadi lebih baik dari pada
hari ini’.
Pada
hari pemilihan kepala desa (Pilkadas) serentak di kabupaten Dogiyai dari 79 kampung,
dalam kata sambutan yang diberikan oleh Kepala Dinas Badan Pemberdayaan
Masyrakat dan kampung (BPMK), beliau mengharapkan kepada Kepala Kampung yang
terpilih dapat memberi contoh dan berprinsip dalam membangun kampung masing-masing.
Saat itu beliau didampingi oleh TNI
Kodam XVII / Moanemani dan Waka Polres Kamuu, kepala Satuan Satpol PP Dogiyai,
Perwakilan pemerintah Dogiyai dan para camat beserta perwakilan.
Dijelaskan
Sekda kabupaten Dogiyai Pilkades yang dilaksanakan secara serentak ini
merupakan pertama kali di Kabupaten Dogiyai. Dengan jumlah Calon Kepala Kampung
yang berkompetisi berjumlah 170 calon dari 79 Kampung dan 10 Kecamatan yaitu
sebanyak 89.543 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari 79 Tempat Pemunggutan Suara
(TPS) terpilihnya kepala kampung .
Semoga pemilihan
ini dapat berjalan dengan sukses, jika dilihat antusias masyarakatnya cukup
tinggi dan pelaksanaan Pilkades berjalan dengan baik, tertib dan aman, sesuai
dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Kami juga telah melakukan
sosialisasi dan masyarakat sadar akan demokrasi sehingga puji Tuhan, tidak ada
jaminan dalam pelaksanaan pemilihan petinggi ini, tegas Kepala
BPMK.
Proses penetapan
dalam pemilihan kepala kampung serentak ini, setelah penetapan pemenang, selanjutnya
akan diajukan ketingkat kabupaten kemudian ke pelaksanaan pelantikan serentak
pada tanggal yang tetapkan oleh pemda.
Semoga hasil pemilihan
hari ini tidak menghitung yang bermasalah, terutama setelah penghapus terakhir
tidak ada protes sehingga tidak menjadi penghambat dalam pelantikan dan semua
dapat berjalan dengan ketentuan yang ada. Protes terkait ketertiban menurut
Kepala Dinas BPMK menjelaskan, pelaksanaan kegiatan pilkades ini sudah mengikuti
standar aturan yang ditetapkan oleh pemda, , tambahnya lagi oleh kepala BPMK.
Dalam opini saya
kali ini, saya akan memberikan saran dan kritik yang membangun kepada kepala
BPMK beserta para kepala kampung yang saat ini sedang menjalankan tugas di
kampung masing-masih bahwa, yang saya alami selama ini, setelah pelantikan 79 kampung tidak ada protes begitu
mencairkan dana kampung dari pemda Dogiyai, kepala kampung mulai sibuk
masing-masing dengan kepentingan pribadi.
Akhirnya meraka
lupa kampung, masyarakat, keluarga, dan alam semesta, mereka berusaha untuk
jabatan kepala kampung dan maunya
sejajar dengan jabatan bupati atau kepala dinas, akhirnya mereka tertarik dengan barang –barang dibawah ini, itupun
sekarang sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi yakni sebagai berikut;
1.
Kepala kampung turun ke Nabire dengan
tujuan mau beli motor dua maupun mobil pakai dana kampung tersebut,
2.
Kepala kampung menghabiskan dana desa ke
tempat-tempat keramaian seperti togel,bliyar, kartu,dan lain-lain,
3.
Kepala kampung yang mempunyai dua sampai lima orang istri bahkan ada
yang lima orang lebih.
4.
Kepala kampung yang tinggal di kota,
naik ke kampung memakai helicopter untuk
pergi antar genset pribadi, bukan pergi antar bahan bangunan milik masyarakat
kampung.
5.
Kepala kampung yang membodohi masyarakat
di kampung dengan isu bahwa dana kampung
saya sudah bantu pelajar dan mahasiswa
untuk kebutuhan persekolahan mereka, pada hal dana tersebut hilang di tangan
kepala kampung sendiri,
6.
Ada banyak hal yang mereka lakukan
terhadap kalangan masyarakat, pelajar, dan mahasiswa yang menurut saya, banyak
kejanggalan.
Pemerintah
kampung memperlakukan enam poin diatas tujuannya untuk mau menghabiskan dana masyarakat.
Saya
mau katakana bahwa jabatan dari kepala kampung di Kab. Dogiyai dari 79 kampung jabatannya sejajar dengan jabatan bupati Dogiyai, mengapa
?. Kerena, kepala kampung sudah memiliki
mobil, motor, perempuan simpanan dimana-mana, punya kos-kosan di kota dan waktu
di Nabire tinggal di hotel, dan banyak
hal lainnya. Sebenarnya dana tersebut diperuntukan kepada masyarakat, akan
tetapi, kalian dipilih oleh masyarat dan kembali membunuh masyarakat dalam sisi
Sumber Daya Manusia (SDM) itu hal tidak
wajar yang dilakukan oleh kepala kampung
sekabupten Dogiyai.
Masyarakat
pergi protes di kantor kepala dinas (BPMK)
dan Bupati mala mendukung kepada pihak
koruptor Dana kampung, akhirnya masyarakat tidak ada solusi untuk menjatuhkan
dari jabatan kepala kampung maka masyarakat dijadikan penonton di bidang keuangan
kabupaten Dogiyai.
Bagian
yang saya dapat goreskan diatas ini adalah, hanyalah sebagian kecil dari
kejanggalan pemerintah daerah kabupaten Dogiyai. Bila ada pembaca sekalian yang
saya cintai, merasa bahwa ada yang harus ditambahkan dalam opini saya ini,
silahkan tuliskan menurut versi kalian.
Selamat
membangun Dogiyai sesuai dengan moto Dogiyai ‘Dogiyai
Bahagia’ atau ‘Dogiyai Dou enaa’,
tetapi kenyataan di lapangan bupati kepala dinas BPMK kepala distrik dan kepala
kampung kerja sama sehingga masyarakat
tidak merasakan dana kampung tersebut.
Akhir
kata bahwa ‘pemerintah ada karena
masyarakat , uang ada karena masyarakat, masyarakat ada karena bisa memiliki
gelar sarjana, masyarakat ada karena
bisa terpilih sebagai kepala desa, DPR, bupati, gubernur, hingga presiden. Pemerintah
kabupaten Dogiyai selamat membodohi masyarakat, pelajar, dan mahasiswa. Salam
waras.


7 Komentar
Mantapp luar biasa kee ana ogaii
BalasHapusDan mana kiko maa mana
Terima kasih atas dukungan nya 🙏🙏🙏
BalasHapusSelamat bergabung dalam dunia pengotor kertas kosong, selamat berkarya, terus menulis ✍. Salute.
BalasHapusTerimah kasih atas dukungan nya🙏🙏
HapusSangat benar sesuai fakta yang terjadi di kab. Dogiyai.🙏
BalasHapusTerimah kasih atas dukungannya sayang🙏🙏🙏
HapusSangat benar sekali.
BalasHapus