WARISAN BUDAYA MABAR
![]() |
| Dok foto pribadi |
Dunia usaha mulai meningkat dan mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam
setiap bidang keahlian . Keahilian yang dimiliki oleh masyarakat di Indonesia
khususnya di papua daerah wilayah Mapia lebih khususnya Mapia Barat (Mabar) memiliki
keunikan yang khas versi publik . karya keunikan ini memberikan semangat tersendiri
dalam proses pengelolaan noken dan karya yang dihasilkan oleh masyarakat papua
khususnya daerah Mapia di Mabar. karya noken anggrek menjadi minat ungulan
versi public saat ini dengan jangkauan harga yang cukup lumayan
Hal itu dapat terjadi karena noken anggrek memiliki nilai tersendiri .sehingga, wajib
diwariskan dengan cara menanam kembali bibit nya agar tidak di hilang .
Di papua persaingan semakin meningkat salah satunya melalui kerajinan tangan yaitu merajut noken anggrek dan dengan tradisi masing masing. Perkembangan usaha noken anggrek di tandai dengan tingkat pendapatan maka semakin baik persaingan di bidang seni dan budaya .hal itu pula lantas ditandai dengan persaingan merajut noken anggrek yang semakin berkembang pada satu Distrik yang menjadi sasaran yakni yaitu Mabar, Kab Dogiyai Provinsi papua hal ini dapat dilihat dari masyarakat wilayah Mapia khususnya Mabar yang di budidayakan tanaman anggrek dan anyaman noken anggrek yang terdiri dari empat kampung Yaitu, Kampung Abouyaga, Toubaikebo, Maikotu,dan Kitakebo . maka disini di tulis oleh Mahasiswa asal dari Mabar .
Didalam wilayah paling hukumnya distrik Mabar Kab Dogiyai memiliki ketrampilan yang cukup memadai . penghasilan noken anggrek ini bisa mengespor di daerah lain .karena saat ini banyak orang asing datang mencari noken anggrek di wilayah Mapia dan pada khusus nya Mabar dan noken asli papua sudah mendunia yaitu telah terdaftar organisasi pendidikan ke ilmuwan dan kebudayaan (UNESSCO). Sebagai warisan budaya papua yang perlu di perioritaskan contoh kepedulian dapat dilihat juga dalam sistem pemerintahan provinsi papua bahwa ada hari tertentu yang diharuskan untuk memakai noken anggrek papua dan ada ASN yang tidak memakai noken saat kekantor maka ASN tersebut harus di pulangkan.
Sisitem ini dapat menunjukan bahwa kepedulian pemerintah terhadap noken anggrek bernilai . noken mempunyai multi fungsi dalam kehidupan masyarakat papua , namun dalam konteks ini lebih khusus dalam masyarakat wilayah Mapia khususnya Mabar noken juga dapat sebagai sumber pengetahuan dalam masyarakat adat di wilayah pegungunan papua . dengan demikian, dunia usaha yang dalam kaitan dengan anyaman noken anggrek berpengaruh tingkat pendapatan masyarakat salah satu nya adalah tingkat mengurangi kemiskinan dan penangguran dan jumlah produksi noken anggrek yang selalu di anyaman dalam sebulan memproduksi kan dalam bulan minimal empat (4) buah noken.
Dengan demikian menurut pandangan penulis bahwa , adanya multirasih budaya bangsa sesuai dengan peningkatan dan perkembangan zaman maka semua budaya asli papua yang berasal dari masing –masing suku bangsa semakin hari semakin kikis oleh budaya -budaya luar dan lebih khususnya suku Mee di wilayah Mapia . oleh karena itu ,sistem pengetahuan budaya berkebun tanam –tanaman anggrek dan cara untuk merajut atau( TOHAA AGIHAA GINII ). Hal tersebut merupakan unik dan khas menjadi warisan sejati di titipkan oleh para leluhur dari turun temurun kepada generasi penerus .maka harus di wariskan budaya titipkan ini kelak bisa menunjukan kepada suku bangsa lain bahwa kami orang Mapia khusus Mabar juga telah memiliki kemampuan anyaman disertai metode lain dalam proses pengelolaan bahan tanaman dari pada noken tersebut.
Namun selama ini sistem pengetahuan anyaman noken anggrek dapat di rahasia kan karena waktu dan pengetahuan kini ditutupi oleh berbagai hal yang berkaitan dengan hal negatif . Sebenarnya tugas ini harus regerasihkan oleh generasi mudah penerus namun terbayang bakal dihilangkan karena pergaulan bebas yang tidak membangun menjadi membudaya saat ini. Masyarakat wilayah Mapia khusus nya Mabar, Kab.Dogiyai adalah pusat Pengelolaan noken anggrek karena alasan pemilihan lokasi tersebut , supaya mudah untuk di jangkau tempat ,namun sering menjadi pertimbangan tersendiri karena lokasi tersebut amat jauh harus di tempuh menggunakan pesawat. Dengan pertimbangan itu musti mengeluarkan biaya , waktu dan tenaga. Disini lain lokasi tersebut di harapkan menjadi pusat penghiburan dan perhatian yang dapat memberikan nilai tersendiri dalam pengamatan produksi noken anggrek bila tentu melakukan analisis tertentu.
Dilaksanakan daerah pedalaman Mabar Kab Dogiyai terpilih sebagai salah satu Distrik dapat penghasilan noken anggrek karena anyaman noken anggrek merupakan seni karya tangan menurut khas masyarakat suku Mee, maka perlu melestarikan dan menjaga pula diwariskan kini telah terkenal di domestik maupun dunia internasional , dengan dasar itu , mempertahankan karya dibidang seni dan budaya menjadi karya tangan manusia menurut suku Mee , supaya kelak tidak mengalami pemusnahan budaya . Menurut penulis noken anggrek dapat dibedakan menjadi dua kata yang sangat di signifkan yakni, noken dan anggrek Toha artinya anggrek ‘bahasa hidupnya lingkungan masyarakat suku Mee pada khususnya di wilayah Mabar.
kemudian ketika menjadi satu berarti (Tohaa) artinya ;anggrek ;penulis dimaksudkan bahwa bahasa hidup dari hati masyarakat suku Mee pada umumnya dan lebih khusus masyarakat wilayah Mapia khususnya Mabar sebagai suara hati yang sangat solek dan relevan dengan budayawan . sedangkan (Agihaa) artinya menemukan suatu makna pada noken bahwa suatu wadah penimpang dan mengisi segala kebutuhan dan keperluan dalam sehari-hari di pisahkan kedua pengertian menjadi tunggal yaitu ‘ noken anggrek


0 Komentar