Recents in Beach

Harapan Orang Tua Pada Anaknya


Foto Dok Pribadi Kosmas kegiye


       Orang tua dan anak adalah dua sosok yang perannya tak bisa dipisahkan begitu saja. Di balik sosok seorang anak, ada orang tua yang berdiri di belakangnya. Pun demikian sebaliknya, orang tua tidak akan disebut sebagai orang tua jika tak ada sang anak. Sebagai anak, pernahkah kamu berpikir, apa sebenarnya impian dan harapan yang diinginkan oleh orang tua kepada anak-anaknya.

Sebagian besar anak akan berpikir kalau keinginan orang tua kepada anaknya adalah agar anak bisa berbakti dan sukses ke depannya. Tapi, di samping harapan-harapan yang telah diharapkan oleh orang tua, sesungguhnya orangtua memiliki impian sederhana yang tak pernah berpikiran oleh anak-anaknya. Saking sederhananya, impian orang  tua ini jarang sekali terucap oleh mereka. Jika kamu ingin membahagiakan orang tuamu, coba terapi apa yang menjadi keinginan mereka berikut ini.

1.      Orang tua ingin anaknya diterima oleh lingkungan, yang  bisa beradaptasi dan memiliki cukup teman.

Orang tua mana yang suka melihat anaknya tidak diterima dalam masyarakat? Selain punya kehidupan di rumah, orangtua juga ingin anaknya bisa beradaptasi di lingkungan luar. Itulah salah satu alasan mereka bersekolah kan  anaknya selain agar buah hatinya menjadi orang yang berpendidikan. Mereka akan sangat sedih jika anaknya tidak mampu bergaul dan memiliki cukup kawan. Saat kamu bisa akrab dengan teman-teman, dikenal oleh tetangga rumah, apalagi bisa berangkat ke sekolah unggulan atau di sekolah yang  ternama? Mungkin orang tuamu tidak menunjukkan kebanggaan itu di depanmu, tapi diam-diam mereka menceritakannya ke semua orang/ orang yang dia lebih dekat .

2.      Saat kamu lulus, orang tua hanya berharap kamu bisa mengamalkan ilmu yang diperoleh dan mempertanggungjawabkan gelar pendidikan yang didapatkan  ,bukan hanya sekadar bersekolah dan mendapatkan se gudang prestasi, orangtua selalu berharap agar ilmu yang didapat oleh anaknya bisa bermanfaat terhadap sesama. Pun gelar yang kamu dapatkan diharapkan dapat dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Jadi, bukan banyaknya ilmu dan tingginya gelar pendidikan yang orangtua harapkan, tapi seberapa bermanfaat ilmu dan gelar yang didapatkan untuk dibagikan terhadap sesamamu itu.


3.      Orang tua tidak  mengharapkan kamu jadi orang kaya hingga menjadi sombong,  tetapi mereka hanya berharap  ingin punya anak yang baik hati dan selalu mendoakan orang tuanya saat mendapatkan pekerjaan layak dan kehidupan yang mapan, terkadang kita berpikir bahwa kita telah berhasil membanggakan dan membayar pengorbanan orang tua dengan pemberian nafkah yang kita berikan setiap bulan. Padahal, orang tua tidak hanya butuh materi semata. Apa gunanya jika uang bulanan ke orang tua lancar, tapi kita sendiri tidak pernah berbuat baik pada sesama terlebih melayangkan doa-doa terbaik untuk mereka? Orangtua selalu menyelipkan namamu dalam setiap doa-doa mereka, sudahkah kamu melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan padamu?

4.      Meski raut wajahnya diselimuti kebahagiaan di acara pernikahan mu, orangtua hanya berharap kamu tidak pernah melupakan mereka tidak rela melepas kan mu pada mereka  dan sementara kamu masih bisa mengungkapkan betapa besar rasa sayang mu terhadap orang tua saat sedih, orang tua hanya diam dan tidak mampu berucap, hanya ada air mata yang bercucuran, sambil memeluk. Bukannya apa-apa, mereka hanya sedikit tak rela anaknya menjadi milik orang lain. Ungkapan cinta mereka tak hanya di mulut saja, dalam lubuk hati mereka yang mendalam pun sangat mencintai anaknya. Seperti lekat nya daging pada tulang. Hanya satu yang orangtua harapkan, agar kamu tidak melupakan mereka setelah memiliki orang lain di hatimu. Ya, sesungguhnya mereka cemburu dan tak mau didoakan.

5.      Saat kamu sudah berumah tangga, orangtua hanya ingin memastikan kamu dan keluargamu selalu sehat dan baik-baik saja.

Banyak anak yang mengeluhkan orangtuanya yang kerap ‘ikut campur’ dalam urusan keluarganya. Sebentar-sebentar telepon, minta ketemu dengan cucu, atau membawakan mu sekadar sarapan pagi. Betul, mereka memang sedang mencari perhatianmu. Orangtua merasa khawatir jika mereka tidak lagi menarik di matamu, mereka menyadari usianya yang sudah lanjut dan energi nya yang sudah tak sekuat dulu lagi hanya akan menjadi beban bagimu dan keluargamu. Tapi, orangtua akan terus menjadi muda untuk anak-anaknya, dan berharap anaknya juga menganggap begitu. Di balik segala sesuatu yang anaknya meliki , orangtua masih ingin di sayang oleh anaknya hingga akhir hidupnya. Selalu ada doa tulus, bahwa mereka ingin kamu dan keluargamu selalu diliputi kebahagiaan dan dijauhkan dari segala kemalangan.

        
Ketika impian sang anak begitu kompleks, namun tak sebanding berharganya dibanding impian orangtua yang sangat sederhana, yaitu inginkan anaknya mendoakannya dimana pun berada. Selagi masih bisa, mari luangkan hati, pikiran, dan rasa kita untuk mendoakan dan mengasihi orangtua kita. Apapun yang terjadi jangan pernah lupakan mereka, ingatlah, meski hanya lewat doa.

 

 *) Penulis adalah mahasiswa Papua 

 

 

 

 

 

Posting Komentar

0 Komentar