Recents in Beach

BUANG- BUANG WAKTU

 

BUANG- BUANG WAKTU

PUTRA CENDERAWASIH

 

Aku tak tahu  jika mengejar mu ternyata menjauhkan dari tujuan awal. Masa mudah yang penuh semangat tapi minim sehati-hatian, telah menciptakan bersalah pada diriku sendiri dan hal-hal besar yang pernah aku tulis. Aku mengejar mu tak mengenal waktu dengan penuh keyakinan, tapi aku mengabaikan upaya ku untuk mengejar mimpi-mimpi yang seharusnya kuhidupi.

            Hingga waktu berlalu begitu cepat. Aku menemukakan diriku sendiri tidak menjadi apa-apa. Mimpi-mimpi yang telah usang karena menanti diwujudkan. Semangat yang semakin kecil karena usia yang beranjak. Teman-teman  yang semakin sedikit karena mereka sudah menghidupi impiannya masing-masing. Aku menyesal karena mengabaikan semua nasihat yang kudengar. Ku tutup telingaku, kukatakan pada mereka bahwa akulah yang paling mengerti tentang  hidupku. Aku lupa mereka menasehati ku bukan karena mereka yang paling mengerti akan hidupku, tapi karena mereka peduli.

            Kini, mereka berbalik tidak peduli. Seperti saat aku tak peduli mimpi-mimpiku dulu. Bekerja jauh lebih keras telah membuang sia-sia waktu yang kumiliki untuk mengejar mu. Ku kira kita akan berjodoh tapi tidak. Manusia punya kesempatan yang diberikan oleh Allah sendiri. Kesempatan itu gratis, kita tak peduli terhadap kesempatan yang kita miliki, seiring waktu berjalan kulupa dengan mimpi yang kumimpikan waktu yang silam. Aku sia-siakan waktu dan kesempatan ku, disana teman-temanku manfaat waktu sebaik mungkin dan mewujudkan mimpinya masing-masing.

              Dalam menjalani proses kehidupan setiap orang pasti akan menemui banyak kesempatan meraih kesuksesan, adanya kesempatan atau peluang memang bukan jaminan seseorang akan menjadi sukses. Akan tetapi, orang yang bisa memanfaatkan dan memaksimalkan kesempatan bisa menjadi sukses di masa yang akan datang.  Bahkan, ada yang menyebutkan kesempatan atau peluang tak akan datang untuk kedua kalinya dalam kurun waktu yang singkat. Maka dari itu, perlu memaksimalkan peluang yang ada.

    Saudar HR Nasai dan Baihaqi mengampaikan  bahwa, Jagalah lima perkara sebelum (datang) lima perkara (lainnya). Mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakit mu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu. Artinya bahwa selagi masih mudah atau masih ada waktu jangan sia-siakan karena waktu tak bisa kembali kedua kali lagi.

            Kita sebagai anak mudah perlu manfaatkan waktu semaksimal mungkin karena bukalah masa sewaktu berjalan karena bisa saja Anda akan bertemu kesempatan. Adapun kesempatan itu sendiri buta. Peganglah erat-erat karena kesempatan datang dan pergi tanpa memberitahu mu.

            Alasan Bahwa Tidak Ada Gunanya Menyesali Apa yang Sudah Terjadi Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan di masa lalu. Dan tak sedikit juga yang menyesalinya karena masih terbayang-bayang kejadian di masa itu. Walau seperti itu, bukan berarti kamu harus selalu meratapinya setiap waktu. Sedih dan kemudian melupakannya jauh lebih baik dibanding selalu menyesali apa yang sudah terjadi. Sekarang tinggal bagaimana kamu bisa menyikapinya dari kejadian di masa lalu tersebut. Inilah lima alasan bahwa tidak ada gunanya menyesali apa yang sudah terjadi.

            Waktu akan terus berjalan, kamu tidak akan bisa memutar waktu dan mengubahnya kembali ke masa itu Berusaha keras seperti apa pun masa lalu tidak akan bisa kembali. Kamu tidak bisa memutar waktu dan mengubahnya kembali. Kamu tidak bisa mundur ke masa itu dan memperbaiki kesalahan yang pernah kamu perbuat, karena waktu terus melaju ke depan. Lebih baik kamu mencoba untuk melanjutkan hidupmu dengan memikirkan masa depan daripada terus menyesali masa lalu yang tak mungkin kembali.

      Daripada membuang waktumu untuk berpikir 'seandainya dulu', lebih baik kamu mencari solusi dari kesalahanmu dulu Kalimat 'seandainya dulu' tidak mengambil langkah tersebut maka kejadian ini tidak akan terjadi, kalimat itu selalu kamu pikirkan. Tahukah kamu? Berandai-andai jika kamu melakukan pilihan lain akan hanya membuang waktumu untuk memikirkan nya. Karena langkah yang kamu ambil sebelumnya tidak bisa kamu tarik kembali.

        Jadi jangan buang waktumu untuk terus memikirkan dan membayangkan nya, lebih baik kamu mencari solusi dari permasalahan mu tempo dulu. Itu akan lebih baik karena hanya menyesali masa lalu tidak akan menyelesaikan masalah.

            Pekerjaan lain akan terhambat dan membuat mu lelah karena selalu memikirkan nya Masih banyak hal lain yang lebih penting yang harus kamu kerjakan dan prioritaskan. Jadi jangan terus terlarut dalam penyesalan yang berkepanjangan. Semakin memikirkan dan menyesalinya akan membuat pekerjaan lainnya menjadi terhambat dan kamu juga akan semakin lelah dibuatnya.

            Ingatlah bawah keputusan yang kamu ambil dahulu adalah langkah terbaik di saat itu dan jadikan itu sebagai pendewasaan diri coba kamu ingat kembali, bukankah keputusan kamu dulu itu adalah keputusan yang terbaik? Jika akhirnya ternyata prediksi kamu salah, maka itu bukan kesalahanmu. Jadikan itu sebagai pendewasaan diri, dimana dalam setiap kejadian, kamu menjadi pribadi yang lebih dewasa dari waktu ke waktu.

            Jadikan saja masa lalu mu itu sebagai pengalaman dan pembelajaran diri untuk ke depannya Jadikan masa lalu mu sebagai pengalaman dan pembelajaran diri untuk kedepan nya. Sehingga kamu jadi lebih hati-hati dan tidak terjatuh di lubang yang sama. Teruslah bergerak hingga akhirnya terasa perbedaannya karena pengalaman dan penyesalan di masa lalu mengubah mu menjadi lebih bijak dalam mengambil suatu langkah.

    Itulah lima alasan bahwa tidak ada gunanya menyesali apa yang sudah terjadi di masa lalu. Kumpulkan keberanian dan kekuatan untuk memperbaiki dan menciptakan keadaan yang lebih baik di masa sekarang. Anak mudah lakukanlah dan kejarlah mimpimu yang telah kamu mimpikan masa lalu, dan kamu menjemput masa depanmu dengan semangat. Bukan sekarang kapan lagi’’ Bukan kita siapa lagi’’ semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi anak mudah Papua.

 

*) PENULIS ADALAH MAHASISWA PAPUA DI BOGOR.

Posting Komentar

0 Komentar