Recents in Beach

SENI PIKIRAN POSITIF

 

SENI HIDUP POSITIF

HAWADIPAI


Secara mudahnya, pikiran positif dan berpikiran positif dapat diartikan sebagai pikiran yang isinya melulu kebaikan. Benak orang-orang terbiasa  berpikir positif dipenuhi prasangka baik, mereka cenderung berfokus pada poin-poin kebaikan dari sesuatu yang dihadapi. Senantiasa mengambil hikmah dan sisi baik suatu peristiwa atau kondisi walaupun sesungunya, apa yang mereka hadapi tak selalu mulus dan baik.

Dengan demikian, orang –orang terbiasa mengedepankan pikiran positif dapat dipastikan berhati indah. Hati mereka selalu Iimpah rasa syukur. Iya, hati yang bersyukur itu, kan hati yang iklas menerima atas penerimaan hanya lahir dan pikiran positif atas apa yang terjadi.

Lain hal dengan pikiran negatif. Tanpa dijelaskan panjang lebar disini, saya kira anda sekalian langsung paham dengan pengertian pikiran negatif dan berpikir negatif. Tentunya pula saja, jika orang-orang yang menggunakan pikiran negatif sangat menyebalkan. Mereka termasuk ke dalam golongan yang memiliki radar kecurigaan dan kenyinyiran tinggi.

Sedikit-sedikit curiga berburuk sangka. Sedikit-sedikit mengeluh, sedikit-sedikit resah dan galau. Sedikit-sedikit merasa di perbincangkan keburukkan nya. Sedikit-sedikit diperlakukan adil, sedikit-sedikit nyilir, Sedikit-sedikit protes sebab merasa dizamili.

Mereka yang mengkampanyekan pikiran positif, banyak tokoh yang konsisten mengkampanyekan pikiran positif. Mereka berasal dari berbagai bidang , ada yang politikus, bisnis, rohamiwan, dan tentu saja motivator, iya. Sudah pasti para motivator adalah “jurkam –jurkam (juru kampanye)’’ militan dari partai positif.

Karena mereka tak bakalan mungkin bisa menjadi motivator, jika tak mengenal akrab pikiran positif dan berpikir positif. Tentu tak sekadar mengenal akrab secara teori, tapi lebih dari itu. Mereka memang sudah menjalankan kebiasaan berpikir positif. Sudah pula memanen buah manis dari tanaman-tanaman pikiran tersebut.

Semakin kamu memberi makan pikiranmu dengan pikiran-pikiran positif, semakin kamu dapat menarik hal-hal hebat kedalam hidupmu.

Mengapa kita mesti berpikir positif?

Andai kata persis dihadapan saya ada orang yang tanya, ‘mengapa kamu memili berpikiran positif? Mengapa pula repot-repot membiasakan diri, untuk selalu berpikiran positif pada orang lain? Pada hal belum tentu orang-orang lain melakukan hal yang terhadapmu? Rugi ‘kan jadinya?. Kalau diberi pertanyaan begitu, maka saya akan menjawab panjang kali lebar seperti berikut ini.

            “Saya memili berpikiran positif karena memang senang melakukannya. Tak ada yang salah ‘kan’ kalau hobi saya berpikiran positif? Sebaliknya saya tidak suka berpikiran negatif. Saya juga tidak suka berburuk sangka terhadap saya.

            Adil ‘kan? Saya tidak mau dicubit. Maka saya berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mencubit orang lain. Entah sengaja ataupun tidak sengaja. Lagi pula, gemar berpikiran negatif alias berprsangka buruk itu sangat melelahkan. Bikin tubuh sakit-sakitan. Sementara saya tidak mau kelelahan dan  sakit hanya gara-gara diperbudak pikiran negatif.’’

Rugi’’  “biarin sajalah kalau ternyata ada orang-orang yang berpikiran negatif terhadap saya. Untuk apa saya merasa rugi? Bukankah saya tidak perlu keluar ongkos sepeser pun? Saya tidak wajibkan untuk membiayai pikiran negatif mereka’’kan? Kalau mereka jatuh sakit gara-gara sergapan pikiran negatif,, saya pun tak perlu membantu  biaya pengobatan mereka.

            Usaha saya untuk selalu berpikiran positif, sama sekali tak perlu modal uang. Gratis, tis! Yang saya butuhkan untuk konsisten berpikiran positif hanyalah kemauang dan harapan.

            Iya. Saya berharap, orang-orang lain melakukan hal yang sama kepada saya. Pemikiran yang positif. Positif saja tentang saya. Seperti  halnya yang saya lakukan terhadap mereka. Kalau ternyata masih ada orang yang berpikiran negatif atau berburuk sangka kepada saya apa boleh buat? Senyum saja,’’

            Serius. Kurang lebih bakalan seperti itulah jawaban saya. Jika berderet pertanyaan sebagaimana yang tercantum diatas. Memang panjang kali lebar, cenderung mirip rangka umun definisi dalam sebuah diktat kuliah. Terdengar sangat manis-idealis. Sampai-sampai patut dicurigai sebagai jawaban yang mengawang-awang alias sekadar jawaban teoritis.

            Mamfaat berpikir positif, ‘’setelah kamu menggantikan pikiran-pikiran negatif dengan yang positif, kamu akan mulai mendapatkan hal yang positif. Semakin kamu makan dengan pikiran-pikiran positif, semakin kamu dapat menarik hal-hal hebat kedalam hidupmu. Bikin hidup produktif benar sekali. kebiasaan berpikir positif memang menyebabkan hari-hari kita menjadi lebih produktif. Mengapa? Apa alasannya? Sebab benak yang dipenuhi pikiran positif tidak sempat merancang ide yang aneh-aneh (dalam konotasi negatif). Jangankan merancang. Sekader memikirkan tak sempat. Tepatnya sih, tau mau menyempatkan.

            Fokus perhatian utama orang-orang yang konsisten berpikir positif adalah tugas dan tanggung jawab mereka sendiri.mereka tak tertarik untuk mengurusi  kehidupan orang lain. Apalagi kehidupan pribadi. bagi mereka, itu buang-buang belaka.

            Orang yang terbiasa berpikir positif pun tidak hanya di dunia nyata. Bagaimana mungkin bisa nyinyir, bila selalu memandang tiap orang dengan pandangan positif?

            Orang yang tak suka berpikiran negatif adalah orang yang efektif. Dalam arti, ia tidak memikirkan hal-hal yang diluar urusan dan kewenangannya. Tidak gatal buang ketika demi monyementari kehidupan orang lain. Jadi, cenderung mudah fokus pada pekerjaan dan urusan diri sndiri. Ia lebih suka menggali potensi diri sendiri dari pada menguprek-uprek kekurangan orang lain.

            Bikin hidup lebih bahagia kebiasaan berpikir posotif menyebabkan hati seorang bersih. Terbebas dari rasa dengki  dan iri. Jika ada tetangga yang bernasib baik, bisa ikut merasa senang. Jika ada kawan bergembira, ia bisa ikut bersukaria. Kalau sanggup ikut bersukaria, ya minimal bersikap biasa saja. Tidak mala mengeluarkan komentar yang merusak atau melecekan kegembiraan sang kawan atau tetangga.

Sementara jika sedang dilanda nasib sial (misalnya sedang dalam situasi dan kondisi tidak mnegenakkan), tidak serta merata mengalahkan orang lain. Demikian pula, tidak kemudian secara ekstrem mengalahkan diri sendiri. Kalau kecewa ataupun marah selalu dalam takarannya. Tidak sampai berlarut-larut.

            Percayalah orang yang terbiasa mengedepankan pikiran positif merupakan pribadi yang cenderung santuy, ia senantiasa memandang orang lain dengan kecamata positif. Enggan berburuk sangka sebab energi untuk berburuk sangka justru terasa berat dan melelahkan. Alhasil, orang-orang yang hobi menanam pikiran positif akan makin enjoy hidupnya.

            Menyehatkan dan menyembuhkan, kondisi pikiran sangat berpengaruh pada tubuh. Jika terbiasa mengedepankan pikiran positif, tubuh cenderung akan baik-baik saja. Konsisiten sehat. Tidak pula kerap merasa lelah tanpa alasan. Sebaliknya, jika benak kita dipenuhhi racun pikiran negatif, dijamin akan sakit-sakitan. Minimal sering kecapean dan tak nyaman. Kadangkala sampai tidak dapat tidur segala.

            Jika kalau ingin senantiasa sehat, selain konsisten memperaktikan pola hidup yang mesti konsisten berpikiran positif. Ayolah cek-ricek segera, bila belakangan ini anda merasa sakit-sakitan atau sering kecapean. Bila ternyata secara fisik tak ada gangguan, bisa jadi anda sedang terbakar dendam kasumat.

Pikiran kita keren. Apa? Berpikir positif bisa membuat seorang mejadi keren? Yang benar saja? Mana bisa begitu? Bisa banget, dong. Orang-orang yang steril dan dari virus pikiran negatif adalah orang-orang yang punya raut wajah ceria bin semringah. Sebab hati bersih dari segala prasangka buruk dan dendam, sering melepas senyum bukanlah perkara berat. Abegitu pula, sebab menganggap segala masalah bukan sebagai beban, ya enak saja kalau mesti sering tertawa ceria.

Dalam kondisi normal orang sangat mungkin berpikir positif (Ibraham Elfiky). Cara membangun pikiran positif sangat benar. Dalam kondisi normal, orang-orang memang cenderung mudah untuk berpikir positif, pastilah itu. Urusan mereka lancar seperti  biasa. Berpikir positif tentu begitu sulit untuk dilakukan. Akan tetapi dalam kondisi tak normal alias berantakan bin kacau balau, tentu sangat berada keadaanya.



*) PENULIS ADALAH MAHASISWA PAPUA DI BOGOR.


 

 

 

Posting Komentar

2 Komentar