MOTIVASI
HIDUP KU
![]() |
| Dok Foto Pribadi Kosmas Kegiye |
Nama aku Kosmas Kegiye.
Aku terlahir dari keluarga yang
sederhana. Ayahku seorang petani, ibuku sebagai ibu rumah tangga. Orang tua ku
memiliki tanggungan untuk empat orang anak, terkadang uang ayah pas-pasan untuk
biaya sehari-hari. Ketika uang hasil jerih payah ayah tidak cukup untuk biaya
sehari-sehari,kadang-kadang ibuku
menjual bawang merah di pasar, Tapi itu pun uang tidak cukup untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Sebelum aku masuk sekolah ayahku telah meninggal dunia,
dan kakak ku bertiga sudah berkeluarga.
Aku adalah anak bungsu yang paling kesayangan dari ibuku, pada suatu hari saya bergabung dengan dua anak pelajar. Dua anak pelajar tersebut adalah satu siswa kelas II dan kelas III SD. Mereka dua dari satu kandungan dan dorang dua punya ayah, aku punya bapade. Pada waktu itu aku umur sekolah tapi aku belum masuk sekolah,dan sementara orang kami berusaha untuk memekarkan kampung dari kampung Maikotu ke kampung Tibupugi.
Pada siang hari kami bertiga pergi ke hutan dan dari hutan aku bertanya kepada mereka dua bahwa di antara kami tiga siapa yang layak menjadi kepala kampung? Kami tiga berdebat sekitar 3 jam terkait dengan kepala kampung nantinya, akhir nya kami tiga baku pukul dan tidak ada kesimpulan. Setelah kami tiga baku pukul aku sambil menangis katakan bahwa aku jadi kepala distrik supaya kamu dua datang minta tanda tangan di kantor distrik nanti. Dari situ kami tiga baku pisah akhirnya kami tiga pulang kerumah pun masing-masing.
Setelah aku pulang dari tempat itu aku merasa malu karena aku tidak masuk sekolah baru cita-cita setinggi langit, pada hal orang menduduki jabatan kepala distrik minimal ijazah sarjana, ijazah sarjana pun golongan harus memenuhi syarat, tetapi aku tidak tau apa-apa baru cita-cita kepala distrik ini hal yang aneh bagi. Setelah itu saya renungkan cita-cita ku ,dan saya ambil kesimpulan bahwa aku bisa berusaha karena aku umur sekolah, besok pagi aku masuk sekolah SD kelas IA. Setelah beberapa hari kemudian kepala sekolah Bapak Yohanes Tebai dia mengajar di kelas IA lalu dia tanya cita-cita satu persatu lalu teman-teman ada bilang,tukan bangunan,tukan sensor, sopir, pastor, guru, dan lain-lain. Saya berteriak dengan senyuman kepada bapak kepala sekolah, Nama aku Kosmas Kegiye, cita-cita saya kepala Distrik Mapia Barat.lalu kepala sekolah serta teman-teman tertawa didalam kelas, dan setelah ronceng isterahat berbunyi kepala sekolah pun cita-cita ku jadikan bahan cerita di kantor dan setiap kali guru-guru mengajar kelas kami nama panggilan ku adalah camat, apa lagi dari teman-teman.
Guru-guru serta teman-teman mereka memanggil saya camat dan saya sangat bangga
dan senang jadi saya ingin ke sekolah dan saya mulai usaha kecil-kecilan dan
saya mulai bantu orang selama saya kelas tiga ke bawa, setelah saya naik kelas
IV aku setiap hari sabtu pergi belanja barang ke Bomomani tujuan untuk mau
menjual barang di kampung. Kadang-kadang aku cari kayu bakar untuk menjual sama
masyarakat,
Akhirnya ada modal sedikit dan aku bangun rumah pribadi terdiri dari dua kamar, setelah saya naik kelas V Mamade aku sakit para dan uang yang dia simpan untuk aku biaya sekolah secara tidak sadar dia bagi sama orang-orang yang ada disitu. setelah itu mamadeku telah meninggal dunia.
Saat aku lulus dari SD. Aku dengan berat hati untuk melanjutkan pendidikan SMP di SMP YPPK Santo. Fransiskus Asisi Moanemani karena kepergian mamadeku, tapi aku mengingat kembali tentang cita-cita ku dan pengalaman yang aku telah alami sebum saya masuk sekolah. Aku ingin sekolah maka orang aku mengumpul uang untuk biaya pendidikan, aku sumbang sebagian kecil hasil dari pada usahaku sendiri. Setelah uang terkumpul besok aku masuk SMP YPPK Santo.Fransiskus Asisi Moanemani
Saat aku lulus dari
SMP. Aku dengan berat hati harus melanjutkan pendidikan SMA di sekolah swasta
karena tidak diterima di sekolah Negeri. Sekolah tersebut sangat mahal untuk
golongan seperti aku, tetapi aku merasa bersyukur mendapatkan sumbangan dari orang
lain yang setidaknya membantu orang tuaku untuk membayar biaya sekolah nya.
Ibuku rela pulang malam untuk bisa membiayai pendidikan aku. Aku sering melihat ibuku menekuk muka nya dikarenakan pusing dengan biaya pendidikan sekolahku. Dengan begitu, aku semakin terpacu untuk belajar dengan giat dan menghemat pengeluaran.
Setelah tiga tahun kemudian aku lulus SMP Setelah aku lulus SMP aku masuk SMA dan pasti dari SMA saya dengar dari orang ada sekolah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Setelah selesai IPDN bisa jadi camat. Ketika saya dengan informasi itu saya sangat tertarik dan saya mencari tau informasi yang lebih lengkap tentang sekolah IPDN tersebut. Setelah aku selesai SMA aku memutuskan untuk mengikuti seleksi tes IPDN tersebut. Aku daftar IPDN perwakilan dari Kab Dogiyai.
Akhirnya Aaku lulus seleksi administrasi perwakilan dari Kab Dogiyai. Dan setelah tiga minggu kemudian aku mengikuti tes di tingkat provinsi. Dari provisi saya jatuh tapi saya tidak menyerah berjuang terus dan saat itu juga saya banyak motivasi yang dengar dari orang lain melalui media/ telpon genggam dan tatap muka.
i. Bapak Natalis Makai mengampaikan lewat mesenger bahwa jangan menyerah adik masih mudah dan jiwa mudah Papua pasti Tuhan buka jalan untuk adik ku.
Aku adalah anak bungsu yang paling kesayangan dari ibuku, pada suatu hari saya bergabung dengan dua anak pelajar. Dua anak pelajar tersebut adalah satu siswa kelas II dan kelas III SD. Mereka dua dari satu kandungan dan dorang dua punya ayah, aku punya bapade. Pada waktu itu aku umur sekolah tapi aku belum masuk sekolah,dan sementara orang kami berusaha untuk memekarkan kampung dari kampung Maikotu ke kampung Tibupugi.
Pada siang hari kami bertiga pergi ke hutan dan dari hutan aku bertanya kepada mereka dua bahwa di antara kami tiga siapa yang layak menjadi kepala kampung? Kami tiga berdebat sekitar 3 jam terkait dengan kepala kampung nantinya, akhir nya kami tiga baku pukul dan tidak ada kesimpulan. Setelah kami tiga baku pukul aku sambil menangis katakan bahwa aku jadi kepala distrik supaya kamu dua datang minta tanda tangan di kantor distrik nanti. Dari situ kami tiga baku pisah akhirnya kami tiga pulang kerumah pun masing-masing.
Setelah aku pulang dari tempat itu aku merasa malu karena aku tidak masuk sekolah baru cita-cita setinggi langit, pada hal orang menduduki jabatan kepala distrik minimal ijazah sarjana, ijazah sarjana pun golongan harus memenuhi syarat, tetapi aku tidak tau apa-apa baru cita-cita kepala distrik ini hal yang aneh bagi. Setelah itu saya renungkan cita-cita ku ,dan saya ambil kesimpulan bahwa aku bisa berusaha karena aku umur sekolah, besok pagi aku masuk sekolah SD kelas IA. Setelah beberapa hari kemudian kepala sekolah Bapak Yohanes Tebai dia mengajar di kelas IA lalu dia tanya cita-cita satu persatu lalu teman-teman ada bilang,tukan bangunan,tukan sensor, sopir, pastor, guru, dan lain-lain. Saya berteriak dengan senyuman kepada bapak kepala sekolah, Nama aku Kosmas Kegiye, cita-cita saya kepala Distrik Mapia Barat.lalu kepala sekolah serta teman-teman tertawa didalam kelas, dan setelah ronceng isterahat berbunyi kepala sekolah pun cita-cita ku jadikan bahan cerita di kantor dan setiap kali guru-guru mengajar kelas kami nama panggilan ku adalah camat, apa lagi dari teman-teman.
Akhirnya ada modal sedikit dan aku bangun rumah pribadi terdiri dari dua kamar, setelah saya naik kelas V Mamade aku sakit para dan uang yang dia simpan untuk aku biaya sekolah secara tidak sadar dia bagi sama orang-orang yang ada disitu. setelah itu mamadeku telah meninggal dunia.
Saat aku lulus dari SD. Aku dengan berat hati untuk melanjutkan pendidikan SMP di SMP YPPK Santo. Fransiskus Asisi Moanemani karena kepergian mamadeku, tapi aku mengingat kembali tentang cita-cita ku dan pengalaman yang aku telah alami sebum saya masuk sekolah. Aku ingin sekolah maka orang aku mengumpul uang untuk biaya pendidikan, aku sumbang sebagian kecil hasil dari pada usahaku sendiri. Setelah uang terkumpul besok aku masuk SMP YPPK Santo.Fransiskus Asisi Moanemani
Ibuku rela pulang malam untuk bisa membiayai pendidikan aku. Aku sering melihat ibuku menekuk muka nya dikarenakan pusing dengan biaya pendidikan sekolahku. Dengan begitu, aku semakin terpacu untuk belajar dengan giat dan menghemat pengeluaran.
Setelah tiga tahun kemudian aku lulus SMP Setelah aku lulus SMP aku masuk SMA dan pasti dari SMA saya dengar dari orang ada sekolah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Setelah selesai IPDN bisa jadi camat. Ketika saya dengan informasi itu saya sangat tertarik dan saya mencari tau informasi yang lebih lengkap tentang sekolah IPDN tersebut. Setelah aku selesai SMA aku memutuskan untuk mengikuti seleksi tes IPDN tersebut. Aku daftar IPDN perwakilan dari Kab Dogiyai.
Akhirnya Aaku lulus seleksi administrasi perwakilan dari Kab Dogiyai. Dan setelah tiga minggu kemudian aku mengikuti tes di tingkat provinsi. Dari provisi saya jatuh tapi saya tidak menyerah berjuang terus dan saat itu juga saya banyak motivasi yang dengar dari orang lain melalui media/ telpon genggam dan tatap muka.
i. Bapak Natalis Makai mengampaikan lewat mesenger bahwa jangan menyerah adik masih mudah dan jiwa mudah Papua pasti Tuhan buka jalan untuk adik ku.
ii. Bapak Yulianus Kuayo mengampaikan bahwa
adik tahun ini yang lulus IPDN bisa-bisa nanti kamu punya anak buah lagi bisa jadi
semangat kuliah pasti Tuhan sudah di siapkan jalan lain menuju kesuksesan.
iii. kak Amandus Kegiye mengampaikan bahwa
amadi semangat kuliah yah’’ melalui roma banyak jalan.
Banyak
motivasi yang aku dengar melalui secara lisan maupun secara tulisan akhirnya
saya semangat mulai daftar kuliah di Universitas Pakuan (Unpak).
Perjuangan demi perjuangan telah saya lalui hingga sampai di titik ini. Keterbatasan ekonomi tak membuat saya menyerah untuk melanjutkan pendidikan. Saya seorang biasa yang kuliah di kota hujan karenanya saya merasa mengemban amanah yang begitu besar. Karena berdirinya saya disini adalah dengan uluran tangan Rakyat papua. Saya berutang begitu banyak kepada aku.


0 Komentar