SEJARAH
MEMBENTUK HAWADI

Dok foto pribadi
Kosmas Kegiye

Kosmas Kegiye
Tubahaawi ikut berpartisipasi dalam pengjemputan Ogai dari Ogihaimani ke Modio dan balik ke Ogihaimani, Pada saat itu Pastor Tillemans dan rombongan tiba di Modio tangal 26 Desember 1935 rombongan dari Ogihaimani, Waga, Hage, Dihai, dibawah pimpinan Tubahawi Tebai, ke Kadihopa Modio dan dalam rombongan itu ada Topeubai Butu, Pinaigaidawi Tebai dari Mitoudagu, Amakahimehai Petege, Tenaigai Petege, Kogewogi Magai dari Megaikebo ke Modio memenuhi undangan lisan dari Tuan Auki Tekege dikirim kurir ke seluruh Mapia, Kamuu, Tigi, Paniai dan Suku Moni di Kugapa untuk menjemput Rombongan Tuan Biljmer dan Tillemans datang dari Mimika akhir Tahun 1935.
Setelah SD dipindahkan ke Toubai, Tubahawi minta Didimus Petege harus pindah ke Hagee, Simon Tebai pindah ke Ideduwa, Kitakebo dan masa tua kembali ke Toubai. Tubahawi juga membayar dengan anak babi betina kepada Didimus Petege dan Simon Tebai sebagai ucapan terima kasih karena mereka dua yg hubungkan dan fasilitasi kepada Pastor supaya SD pindah ke Toubaikebo dari Tuguda. Tubahawi juga kasih jadikan suami istri dengan anaknya kepada Simon Tebai yaitu mama kegiye yang adik kakak dengan Tawa Nai Tebaibo
Dalam kunjungan atau Perjalanan Pater Tillemans dari Modio ikut Kali Pogi Awee, ke yeoukotu,Ke bibiyeuto, bukan Abouyaga nama itu baru kemaring,ke Odibugai sekarang kitakebo, Ke Tikigikebo, ke Tuguda, Lalu Onaigai tebai dan Tubahawi Tebai punya Rumah itu ada di Mitoudaugu, dan rombongan Pater Tilemans Bermalam Sama Tubahawi Tebai,dan Onaigai tebai, Lalu mereka dua menolak utk tdk boleh tidur karena di anggap himiho,madouditi, onagai kakaknya bersih keras tidak terima tetapi adiknya Tubahaawi pada prinsipnya terutama tetapi dengan stengah hati karena takut Dari situ dengan Emosi Tubahaawi Tebai, dia ambil Topi koboy dan sepatu yang di pake oleh pater Tillemans Di sembunyikan kasih gantungkan Di Epiho, Hogi ude dll di belakang rumah,
Dari situ rombongn pater Tilemans dari mitoudagu, ke Ogiyaimani Getidua,sebelum masuk ke ogiyaimani ada telaga Tikipata madou disitu Pater Tilemans Istirahat cukup lama hampir 2 jam dia berdialog dengan Madouditi lalu Tubahawi Marah marah dia dan mengamuk sama pater Tilemas baru Pater Tiliemanins Berkat madou itu dan Pater Tilemans Usir Manou Madou itu ke Tempat lain atau tempat jauh dari keramaian masyrakat penduduk dan tempat pos gereja, Akhirnya Tikipata madou dia Pindah ke Wogei, Ogikegai sekarang di kenal dengan wogei madou, Lalu pater Tilemans dan rombongan bermlam di ogiyaimani sama Tabeigaidawi Tebay, dan Mapehawi Tebai, lalu besoknya mereka pater Tilemans dan rombongan menuju keNdebaidogo.
Rombongan Tubahaawi, Topeubai, Tenagai dll membawa babi 3 ekor saat itu. Kalau pemindahan dan penyatuan 3 Dusun yaitu Hage, Waga dan Dihai akhir Tahun 1968. Kenapa dipindahkan dan disatukan 3 kampung itu ke Toubaikebo jawabannya : Didimus Petege yang saat itu Guru Penginjil Perintis di Ogihaimani, Simon Tebai dan Guru Mauri di Hagee sepakat untuk menyampaikan kepada Pastor Paroki Timeepa Joop Sierat OFM dan Pastor Paroki Modio saat itu Eduard Andringa OFM, bahwa ke 3 kampung harus disatukan di Toubai dan SD YPPK Tuguda harus dipindahkan karena kasihan Didimus Petege, Simon Tebai dan orang orang tua melihat banyak anak usia sekolah yang tidak mendapat pendidikan lanjutan setelah tamat SD di Ogihaimani dan Hagee mau ke Tuguda, jauh ke Modio jauh ke Timeepa jauh.
Akhirnya Tubahaawi serta kedua guru Katakis meminta untuk SD Tuguda di Tutup dan dipindahkan ke Toubai Tahun 1968. Anak anak yang naik ke Kelas 5 lanjutkan ke Timeepa dan Modio, Kepala Sekolah SD Tuguda saat itu Frans Tekege dipindahkan ke Hegoukotu, Andrias Bunapa lanjut ke ATK di Jayapura. Kepala sekolah berikutnya Bapak Amatus Mote berhasil memindahkan SD YPPK Tuguda ke Toubaikebo awal Tahun 1969 sehingga sebagai imbalan jasa dari Tubahaawi kepada Guru Amatus Mote, sebagai ucapan terima kasih Tubahawi yang saat itu Korano umum dari 3 kampung itu mengawinkan Anak gadis pertama dari Tubahawi kepada Guru Amatus Mote yaitu Tawa Nai Tebaibo. Mamanya Kris Mote dan Boni Mote, menjadi istri sah Guru Amatus Mote. Sebagai imbahlan jasa dari tubahaawi kepada Didimus Petege, Simon Tebai, dan Amatus Mote sebagai berikut:
Beliau membalas sebagai imbahlan jasa kepada Didimus petege dia kasih babi betina sebagai ucapan terimah selama bapak didimus dimana melayani umat Ogayaimani, tapi dengan bekerja keras pendidikan dan Gereja sudah pindahkan dan mempersatukan menjadi Hawadi, terima tuhan memberkati kata Tubahaawi. Beliau membalas lagi kepada bapak Simon Tebai, Tubahaawi juga kasih jadikan suami istri dengan anaknya kepada Simon Tebai yaitu mama kegiye yang hubungan keluarga dengan Tawa Nai Tebaibo sekarang anaknya petrus Tebai.
Beliau membalas lagi sebagai imbahlan jasa dari Tubahaawi kepada Guru Amatus Mote, sebagai ucapan terima kasih Tubahawi yang saat itu punya anak gadis pertama dari Tubahawi kepada Guru Amatus Mote yaitu Tawa Nai Tebaibo. Mama nya Kris Mote dan Boni Mote, menjadi istri sah Guru Amatus Mote.
Dan akhir kata dari Tubahaawi kepada tiga bersaudara dan termasuk pejuang-pejuang untuk membantu dalam membentuk dan mempersatukan Hage, Waga, Dihai, menjadi satu kampung yaitu Hawadi, dan mengajar agama, pendidikan saya Tubahaawi mengucapkan banyak terima, Tuhan memberkati.
Atas bekerja keras Tubahaawi sekolah dan gereja di pindahkan di puncak Toubaikebo dan semuanya berjalan dengan baik, baik gereja dan sekolah baru mereka kasih namai Toubaikebo sekarang di kenal dengan Hawadi. Itulah perjuangan menjemput ogai dari Ogiyaimani dan mempersatukan tiga dusun yakni, Hage, Waga, Dihai menjadi Hawadi.

0 Komentar